Rabu, 06 Oktober 2010

Museum Kereta Ambarawa - Eksotisme Kereta Tua



Dibangun ketika jaman pemerintahan kolonial belanda pada tanggal 21 Mei 1873 atas
perintah Raja Willem I di Ambarawa, Stasiun tua ini kemudian diberi nama Stasiun
Willem I. Stasiun Ambawara kemudian dipugar pada tahun 6 Oktober 1976 dan dijadikan museum kereta api yang menyimpan benda-benda antik perkeretaapian yang pernah ada di Indonesia.

Di dalam museum ini terdapat belasan lokomotif tua, beberapa diantaranya bahkan masih bisa beroperasi dan menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi museum ini. Tidak hanya menampilkan kereta uap, Museum Kereta Ambarawa juga memamerkan berbagai pernik khas kereta api pada zaman kolonial, seperti telepon, meja dan kursi antik, sinyal keberangkatan, jam tua hingga tongkat sinyal yang digunakan petugas stasiun untuk memberikan aba-aba pada masinis kereta. Beberapa bagian stasiun bahkan dibiarkan sebagaimana aslinya untuk memberikan suasana zaman dahulu.








Cukup dengan membayar Rp.5000,00 sebagai biaya masuk, kita sudah dapat menikmati stasiun yang kondisinya sangat terawat ini. maka tidak heran bila lokasi ini menjadi sasaran empuk para pemburu gambar.
Read more...

Minggu, 26 September 2010

Mercusuar Tanjung Kelian-Muntok, Bangka Belitung

Ini dia salah satu mercusuar warisan zaman penjajahan Belanda di Indonesia: Mercusuar Tanjung Kelian yang berada di Muntok Bangka Belitung. Dibangun pada tahun 1882, hebatnya, mercusuar ini bahkan masih berfungsi sampai sekarang, terlebih setelah pelabuhan utama Muntok yang juga pintu gerbang pulau Bangka dari arah Sumatra dipindahkan ke daerah Tanjung Kelian.

Bila kita menaiki mercusuar setinggi 60 meter ini, maka akan kita dapatkan panorama pesisir barat pulau Bangka, lengkap dengan lanskap bangkai kapal yang konon merupakan sisa pertempuran pasukan Belanda dengan Jepang dan perbukitan di sisi Timur mercusuar. cukup membayar biaya kebersihan ssecara sukarela, kita sudah dapat mulai menyusuri 199 anak tangga yang melingkar menuju puncak menara.





Dipuncak menara, kita dapat mengakses beranda yang berada tepat dibawah ruang lampu untuk berjalan di sisi luar mercusuar. meskipun ruangan lampu terkunci-untuk menghindari tangan jahil yang berpotensi merusak dan mengganggu kinerja mercusuar-tetapi kelelahan akibat mendaki mercusuar akan segera terobati oleh indahnya panorama dari atas menara.





Hanya saja patut disayangkan, sebagaimana nasib obyek wisata murah lain di Indonesia, Mercusuar Tanjung Kelian tidak luput dari ulah pengunjung yang mencoreti bagian dalam mercusuar..

Read more...

Minggu, 24 Januari 2010

Mas Ari Berpesan...



Pemilihan walikota Semarang semakin terasa atmosfirnya. Kita semakin mudah menemukan berbagai spanduk, baliho, poster dan berbagai moda kampanye lain. Para calon mulai memposisikan diri mereka sebagai "asli, ngerti, mumpuni di semarang", "pluralisme" sampai yang peduli rumah tangga. Tanpa bermaksud politis, untuk positioning terakhir menarik minat saya untuk menulis opini dan analisis tersendiri.

Ari Purbono, seorang calon walikota dari sebuah partai islam mempromosikan diri dengan menggunakan konsep "pesan mas Ari". Ari tampaknya memposisikan diri sebagai "calon walikota yang peduli warga", walau caranya agak aneh menurut saya karena pesan yang disampaikan terlihat "berbeda".

Dalam spanduk yang dipasang di beberapa ruas jalan di Semarang, Ari berpesan "Layanilah Suami Sepenuh Hati", dan "Sayangilah Istrimu". Pada awalnya hanya pesan pertama yang muncul, beberapa hari kemudian pesan kedua mulai dipasang. Kita lihat kalimatnya saja, saya bisa mengatakan, terjadi diskriminasi antara suami dan istri, yang pastinya akan menjadi sebuah kajian panjang dalam studi gender.

Pesan tersebut seakan akan menggambarkan Istri sebagai "pelayan" dan sang Suami sebagai pengayom yang cukup dengan "menyayangi" istrinya. Mungkin maksud Ari adalah bahwa sebuah konsep keluarga harmonis adalah yang seperti itu, tetapi tampaknya pesan tersebut justru berbalik arah di mata masyarakat. Bagi beberapa orang pesan tersebut dinilai merendahkan perempuan sebagai istri dan ikut campur rumah tangga orang.

Tetapi di sisi lain, trik kampanye Ari telah sukses membuat masyarakat mengingat namanya sebagai calon walikota. Mungkin pesan tersebut adalah sebuah strategi taktis untuk merebut perhatian masyarakat dan membentuk opini publik yang dapat menggaungkan namanya untuk beberapa waktu sebelum masa kampanye dimulai.

Sungguh disayangkan ketika sebuah konsep cerdas dieksekusi dengan tergesa-gesa..


Read more...